TANPA KEMISKINAN

Halo semua, apa kabar nih? Gak kerasa ya hampir 2 tahun kita sekolah daring. Pada kangen sekolah offline gak nih? Kalau kita sih, udah kangen banget, apalagi sama kegiatan-kegiatan di sekolah, main bareng teman, belajar bareng di kelas, yang pastinya kangen sama seru-seruan sama teman. Nah pas banget nih bahas yang seru-seru, kalian ingat gak sih ada ekstrakurikuler wajib di sekolah yang seru banget? Ya betul banget, pramuka. 

Dulu, penutupan ekstrakurikuler pramuka ini ditutup dengan acara kemah atau camping. Kalau sekarang sebenarnya sama saja, tapi karena kondisi dan situasi yang tidak mendukung, acara ini dilakukan secara virtual. Tahukah kalian? Pada tanggal 21 Oktober 2015, PBB mengeluarkan agenda pembangunan berkelanjutan yang baru, yaitu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dengan 17 tujuan. Tujuan ini merupakan kelanjutan dari Tujuan Pembangunan Milenium yang tidak berlaku sejak 2015. SDGs ini dibuat oleh PBB untuk menjawab tuntutan kepemimpinan dunia dalam mengatasi kemiskinan, kesenjangan, dan perubahan iklim secara nyata.

Untuk membantu mencapai tujuan yang dibuat oleh PBB, kami sebagai siswa ingin melakukan kegiatan sosial. Kami dari kelompok 2 memilih tema “Tanpa Kemiskinan”, karena kami memperhatikan bahwa ada begitu banyaknya masyarakat di sekitar kami yang terkena dampak pandemi, terutama dalam bidang ekonomi. Kami juga menyadari bahwa kami masih beruntung bisa sekolah dan mendapat uang jajan, yang akhirnya kami memutuskan untuk menyisihkan uang jajan kami dan kami kumpulkan agar bisa membantu beberapa orang di sekitar kami. 

Kami terinspirasi dari dasadarma dan trisatya Pramuka, yaitu terutama “cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”, dengan cara meningkatkan rasa toleransi terhadap masyarakat atau orang yang ada di lingkungan sekitar kami, “rela menolong dan tabah”, lalu salah satu bunyi trisatya yaitu “menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat”. Sebagai anak Pramuka Sejati, kita harus sebisa mungkin mengaplikasikan dan merealisasikan Trisatya dan Dasadarma Pramuka ke dalam kehidupan sehari-hari. 

Ada beberapa hal yang perlu kami siapkan untuk memberi bantuan. Pertama, kami berdiskusi via group Whatsapp untuk menentukan bantuan dalam bentuk apa yang akan kami berikan. Kemudian, kami memutuskan untuk memberi sumbangan dalam bentuk uang. Kami sepakat untuk masing-masing anggota kelompok memberikan sekitar Rp. 70.000 sehingga kami kumpulkan menjadi sebesar Rp. 800.000.

Kemudian, kami juga berdiskusi untuk menentukan ke siapa kami akan memberikan sumbangan tersebut. Akhirnya, kami memutuskan untuk memberinya ke 5 orang, yaitu pemulung dan driver gojek sekitar 160.000 tiap orangnya. Setelah semuanya disiapkan, kami mulai memberikan sumbangan sambil didokumentasikan dan melakukan interview atau wawancara orang-orang yang kami bantu. Kemudian, kami menggabungkan semua hasil dokumentasinya dalam bentuk tulisan yaitu blog, yang berisi foto dan video.

Bukti transfer dan pengumpulan uang ;




Pada hari Minggu, 14 November 2021, kami membagikan sumbangan berupa uang dan orderan gojek.

1. Gojek atas nama Karseno, di sini kami memesan 4 buah minuman seharga Rp. 57.000 lalu kami bayar dengan cash sebesar Rp. 160.000.

2. Gojek atas nama Firman Syamsul Rizal, di sini kami memesan makanan dan minuman seharga Rp. 58.000, lalu memberikan makanan dan minuman tersebut untuk bapak gojeknya, disertai dengan cash sebesar Rp. 160.000.

Kami juga sempat interview Pak Syamsul, bisa dilihat pada link : interview pak syamsul gojek

3. Pak Jajang, penjual gorengan. Di sini kami membeli dagangannya lalu memberi cash sebesar Rp. 160.000.


4. Ibu-ibu pemulung. Kami memberi ibu ini gorengan yang sebelumnya kami beli lalu cash sebesar Rp. 160.000.



5. Bapak penjual cendol, kami juga membeli dagangannya dan memberi cash sebesar Rp. 160.000.



Walaupun sumbangan atau bantuan yang kami berikan tidak seberapa, tapi kami berharap semoga bantuan yang kami berikan dapat membantu sebagian orang-orang di luar sana. Semoga dari kegiatan positif yang kami lakukan ini, dapat menginspirasi dan dapat menggerakan hati masyarakat lain agar lebih peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.


Oleh Kelompok 2 dari kelas XI MIPA 1 ;

Antonio Parlindungan Putra S.

Brigita Dania Cahyaningsih

Catherine

Frevicilla Yovindria Simanjuntak

Gerald Unedo Purba

Jessica Julianne Hutapea

John Fernando

Marcelino Petra Demaz

Mathias Darrell Sumampouw

Noel Mazmurta Sembiring

Yunus Joy Bonteano S.







Komentar

Posting Komentar